Selasa, 24 September 2019
Rindunya Muhammad
Dia duduk dekat tiang kokoh itu
Dalam hatinya berguncang
Lantunan sholawat tak henti terucap
Rindunya semakin jadi
Mendesak hingga timbul sakit
Terdekap tangannya bersatu
Ada do’a tersalur dari kedua tangannya
Bibirnya basah dengan asma’ dan dzikr
Ya Nabi... Salam.. ‘Alaika
Rindunya tak terkira jikalau bertemu terobati segalanya
Senin, 23 September 2019
BENTUK KERJASAMA EKONOMI SERTA PENGARUH KOREAN WAVE DALAM HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA DAN KOREA SELATAN
Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas
kelompok UAS
dalam mata kuliah :
Politik Luar Negeri Republik Indonesia
Dosen Pengampu :
Al-Ustadzah Novi Rizka Amalia, M.A.
Disusun oleh
:
|
Luthfiana
Alfi Qurnia
|
NIM
38201751813
|
|
|
|
FAKULTAS
HUMANIORA
UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR
TAHUN 1439 H/2018
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Politik
luar negeri suatu negara merupakan hal yang sangat penting dalam membangun
wajah di kancah intrnasional. Kerjasama terus dibangun sejalan dengan
meningkatnya prestise yang ingin didapat. Indonesia sendiri sebagaimana yang
kita ketahui memegang landasan operasional bebas aktif yang mana merupakan
rumusan dari para pendahulu dan perintis bangsa yang mengalami pahitnya
interaksi intenasional dengan major powers[1]
yang akhirnya menghasilkan rumusan-rumusan baru sehingga menjadikan
Indonesia sebagai negara yang mampu beradaptasi dengan perubahan untuk bertahan
hidup.
Politik
luar negeri bebas aktif akhirnya mengantarkan Indonesia pada kebebasannya serta
aktif sendiri yang membuat Indonesia akhirnya berkecimpung banyak dalam
kerjasama internasional. Salah satu mitra terbaik Indonesia dalam hal ini
adalah Korea Selatan. Indonesia dan Korea Selatan telah banyak menandatangani
kerjasama dalam beberapa watu terakhir, yang membuktikan bahwa Indonesia dan
Korea Selatan mempererat tali hubungannya masing-masing. Dalam hal ini Korea
serta Indoneisa memulainya dari salah satu instrument politik luar negeri yang
paling penting; diplomasi. Dengan teori diplomasi shop-keepernya
Indonesia-Korea Selatan berarti memulai kerjasama low class yang mana tentu lebih
banyak berimplikasi pada bidang perekonomian serta budaya.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
dinamika pergerakan kerjasama ekonomi Indonesia – Korea Selatan dalam dua
decade terakhir?
2. Bagaimana
kerjasana soft diplomacy Indonesi -
Korea Selatan ?
3. Adakah
dampak K-pop terhadap perekonomian Indonesia?
1.3 Tujuan
1. Membahas
pergerakan kerjasama ekonomi Indoensia – Korea Selatan diluar pengaruh K-Pop
2. Membahas
timbulnya kerjasama soft diplomacy antara Indonesia dan Korea Selatan
3. Menjabarkan
dampak K-Pop sebagai representasi soft diplomacy terhadap perekonomian
Indonesia
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Dinamika
Hubungan Internasional Korea Selatan-Indonesia Ekonomi
Hubungan
yang dijalin antara Indonesia dan Korea Selatan adalah hubungan bilateral.
Hubungan yang terjalin anatar Indobesia dan Korea Selatan telah dibentuk secara
resmi pada tahun 1973. Adanya kedutaan besar Seol di Indonesia adalah salahsatu
bukti bahwa adanya hubungan bilateral antara kedua negara. Kedua negara terus
berupaya mengembangkan hubungan dan kerja sama yang saling menguntungkan baik
secara bilateral, maupun dalam kerangka kerja sama regional dan multilateral
(Rahmah, 2013. Hlm. 2).
Sebagai
salah satu contoh hubungan kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan
adalalah pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Pada 4 Desember 2006,
kedua negara menyepakati Joint Declaration on Strategic Partnership to Promote
Friendship and Cooperation between Republic of Indonesia and the Republic of
Korea di Jakarta. Terdapat tiga pilar utama yang disepakati pada asaat itu
yaitu[2]:
1. Kerja
sama politik dan keamanan.
2. Kerja
sama ekonomi, perdagangan dan investasi.
3. Kerja
sama sosial budaya.
Di
masa pemerintahan Jokowi hubungan ini terus ditingkatkan, sebagai buktinya
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dalam pertemuan bilateral dengan Presiden
Jokowi, pada 11 Desember 2014 di Busan, menyampaikan bahwa Indonesia adalah
mitra penting kerja sama dan mitra dagang kunci bagi Korea Selatan. Dalam
pertemuan tersebut, kedua pemimpin berharap kerja sama bilateral akan terus
berkembang, dan melakukan kesepakatan yaitu (Hidriyah,
Maret 2017):
1. Menghidupkan kembali JCM[3]
pada tingkat Menlu kedua negara. Dengan adanya mekanisme JCM ini maka akan
lebih mudah bagi kedua negara untuk memantau perkembangan kerja sama dan
menindaklanjuti kesepakatan yang disetujui pada tingkat Leader.
2. Meningkatkan
kerja sama industri pertahanan, terutama transfer pengetahuan dan teknologi
terkait dengan pembangunan bersama kapal selam dan pesawat tempur yang telah
berjalan.
3. Korea
Selatan menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam pembangunan Kesatuan
Penjaga Pantai dan galangan kapal di Indonesia.
4. Kedua
Pemimpin menyambut baik penandatanganan Persetujuan Pembentukan Komite Bersama
di bidang Government dan reformasi birokrasi.
5. Presiden
RI mendukung penuh upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas pada tingkat
kawasan dan global, termasuk di Semenanjung Korea.
Di
masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), penguatan kerjasama kedua
negara di bidang ekonomi dan perdagangan masih menjadi perhatian penting. Hal
ini terlihat dari adanya forum Indonesia-Korea Business Summit di Jakarta pada
14 Maret 2017. Dalam kegiatan tersebut ditandatangani Nota Kesepahaman promosi
investasi antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Korea Trade and
Investment Agency (KOTRA). Presiden Jokowi juga memanfaatkan forum tersebut
untuk mempromosikan peluang investasi di Indonesia kepada pengusaha-pengusaha
Korea Selatan melalui pengembangan infrastruktur yang sedang dilakukan.
Pertemuan
ini juga dianggap sebagai pertemuan balasan atas kehadiran Jokowi dan menjadi
pembicara kunci dalam Asia Leadership Conference di Seoul pada Mei 2016. Pada
sambutannya di Business Summit, Jokowi menyampaikan optimismenya terhadap kerja
sama Indonesia-Korea Selatan terutama pada empat sektor utama Indonesia yaitu
industri, pariwisata, energi, dan ekonomi kreatif. Sektor industri dan ekonomi
kreatif menjadi unggulan yang ditawarkan oleh pemerintah untuk menarik
investasi dari Korea Selatan. Sektor industri kreatif dibahas secara khusus
dalam kegiatan tersebut karena industri kreatif Korea Selatan yang tergolong
maju seperti berkembangnya Korean Pop (K-Pop). Selain pada industri kreatif,
terdapat tiga sektor utama sasaran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)[4].
1. BKPM
ingin Korea Selatan memperbesar realisasi investasi mereka di sektor industri
manufaktur hulu seperti baja dan plastik. Baja dan plastik sangat penting bagi
struktur Indonesia karena keduanya merupakan komponen utama yang digunakan
dalam proses produksi hampir seluruh industri manufaktur.
2. Sasaran
BKPM ke-dua adalah meningkatkan investasi Korea Selatan di sektor ekonomi
kreatif. Korea Selatan dinilai memiliki keunggulan teknologi dan permodalan
yang bisa dikombinasikan dengan kekayaan budaya dan bakat di Indonesia. Ini
konsisten dengan strategi pemerintah memprioritaskan ekspor dan padat karya.
3. BKPM
juga ingin meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan Korea Selatan ke Indonesia.
Kunjungan wisatawan Korea Selatan ke Indonesia, saat ini masih jauh lebih
sedikit dibandingkan kunjungan mereka ke Filipina. Salah satu alasannya
dikarenakan tidak ada tembusan oleh budget airline, low cost carrier yang
menawarkan penerbangan murah. Hal tersebut diperkirakan membawa dampak baik
untuk masyarakat Korea Selatan ke Indonesia, atau sebaliknya. Oleh karenanya
BKPM juga akan berfokus ke arah tersebut yaitu kepada konektivitas penerbangan.
2.2
Soft Diplomacy
dalam kerjasama Indonesia – Korea Selatan
Bung
Hatta dalam pidatonya mengatakan, diplomasi adalah muslihat yang bijaksana
dengan perundingan untuk mencapai cita-cita bangsa (Hatta, 1945). Pendapat lain mengenai diplomasi adalah menurut
diplomat kenamaan Inggris, Sir Ernest Mason Satow (1843-1929), diplomasi adalah
“the application of intelligence and tact to conduct of official relation between
the governments of independent states”. Dari pernyataan pernyataan tersebut, diplomasi dapat dimaknai dengan beberapa kata, yaitu, strategi,
hubungan, pemerintah, kepentingan nasional.[5]
Sebagaimana
yang telah diungkapkan oleh duta besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang
Beom, bahwa pada tahun 1950 Korea Selatan masih merupakan negara miskin
sebagaimana keadaan pasca perang dunia II yang dialami pula oleh negara-negara
Afrika serta Asia pada umumnya. Namun, Dalam
pembukaan Seventh Conference for the Promotion of New Economy di Seoul pada
1994, Presiden Korea Selatan saat itu, Kim Young-sam menyatakan, bahwa
negaranya akan siap dalam melawan tekanan eksternal atau hegemoni budaya barat
yang menjadikan Amerika sebagai ikon globalisasi terbesar yang melumat apapun
gangguan didepannya. Young-sam dengan ucapannya melahirkan sebuah kebijakan
yang baru yang menekanka kebijakan pada pengembangan di teknologi informasi
yang diberi nama ‘Lima Tahun Rencana Pengembangan Budaya.’ Hal ini kemudian
menciptakan kekuatan baru dalam berdiplomasi yang akhirnya menjadi komoditas
ekspor sekaligus salah satu dari sedikit negara yang berhasil dengan rancangan
kekuatan ini. Yang mana soft diplomacy yang dikembangkan Korea ini mampu
memaksimalkan kekuatamnya dan mempmgaruhi dalam bidang politik, ekonomi hingga
keamanan.[6]
Dengan
prinsipnya, Korea Selatan mulai bangkit dan menggencarkan pergerakan
kepentingannya yang mengantongi soft diplomasi yang meyakinkan umtuk menyebar
dengan cepat. Salah satu negara yang terjangkit hallyu[7]dengan
skala besar adalah Indonesia. Jika kita lihat bagaimana kemudian budaya Korea
yang tumbuh di masyarakat Indonesia melekat dengan erat dan mulai menimbulkan
lahirnya budaya-budaya baru dan memudarkan budaya lama. Tidak sampai disitu
diplomasi melalui budaya merupakan diplomasi yang paling berdampak besar serta
membekas di hati khalayak umum. Sebagaimana Amerika yang bangkit seiring
berkembangnya diplomasi budayanya. Dengan mempengaruhi rakyat dari berbagai
kalangan, Korea berhasil membangun citra baik dan membuka jalan yang lebih
besar untuk banyak kerjasama selanjutnya. Apabila kita perhatikan, Indonesia
acapkali menjadi tuan rumah untuk berbagai konser besar yang digelar oleh idol
Korea. Tak ayal pula Indoensia melakukan kerjasama dalam bidang industry
perfilman.Hal ini membuka peluang besar atas kerjasama aktor non-negara yang
menjadi faktor pendukung dalam membangun wajah politik Indonesia di kancah
global melalui open diplomacy.
2.3
Dampak K-Pop
sebagai representasi soft diplomacy terhadap Perekonomian Indonesia
Beberapa dampak Korean Wave yang
sangat nyata adalah ekspansi budaya yang mendorong pergerakan ke arah penataan sistem sosial dengan
nilai-nilai, dan norma-norma yang bersifat gobal. Hallyu sendiri brgerak dengan menghapus
batasan tradisional sehingga dalam prosesnya, hallyumenghilangkan nilai
tradisional sebagai basis identitas lokal atau nasional. Kemungkinan besar,
budaya Korea sendiri telah mengalami sedikit pemudaran keaslian karena telah
bercampur dengan globalisasi. Namun begitu, jika dilihat banyaknya asimilasi
budaya akibat percampurannya dengan Korea, dapat dikatakan bahwa Korea memiliki
hegemoni tersendiri dalam segi budaya dan penyebarannya.
Dalam
diplomasi kebudayaan Korea Selatan terjadi proses konsumsi simbolis. Konsumsi
simbolis ini terjadi pada konsumsi atas suatu produk yang lebih ditekankan pada
nilai-nilai simbolis produk tersebut. Pada saat masyarakat Indonesia membeli
benda-benda budaya atau produk produk Korea karena pengaruh Hallyu, yang mereka konsumsi adalah
nilai sosial yang terselip di balik tampilan produk-produk kebudayaan itu.
Konsumsi simbolis merupakan bagian dari proses konstruksi identitas, karena
produk yang digunakan sebnarnya berdampak lebih dari hanya sekedar symbol.
Namun dampak baik dari pengaruh Korea yang selama
ini dianggap buruk sebenarnya mendatangkan sisi untung bagi perekonomian
Indonesia maupun Korea sendiri. Semakin erat kerjasama yang dibangun, Indonesia
juga diuntungkan dalam hal perdangangan. Dengan fans K-pop membeli merchandise
atau stuff asli dari Korea, investasi Korea Selatan di Indonesia
akan meningkat begitupun sebaliknya. Apabila kita melihat dalam kerjasama
ekonomi yang dilakukan dalam bidang perdagangan pada tahun 2005 yang meningkat
32% atau yang setara dengan 13,2 miliar dolar Amerika dibandingkan dengan 2004[8].
Hal ini tentu ada kaitannya dengan bangkitnya perindustrian Korea yang mulai
menjamah dunia Internasional pada awal tahun 2000an terutama terlihat jelas
pada permintaan barang oleh konsumen Indonesia yang berkaitan dengan Korea
sendiri, baik dari segi permintaan aksesoris fangirling hingga trend
make up aala Korea yang sedang marak pada saat ini. Jika dilihat dari bentuk yang dikembangkan, dalam hal ini pasar global
yang dikembangkan oleh Korea masih memiliki campur tangan pemerintah. Lebih
tepatnya, pemerintah melakukan bantuan dan perhatian penuh agar para perusahaan
privatnya mampu berkembang dan merambah dunia. Regulasi tidak terlalu
ditonjolkan sehingga pemasokan berimplikasi pada pemerintah juga pada aktor
individu.
Jika disangkutkan pada penanaman modal asing, hal ini sedikit
masuk akal, karena pada dasarnya investasi yang ditanam bukan berupa uang
melainkan modal, teknologi dan hal produktivtas lainnya[9]. Dengan adanya mitra
antara Korea dan Indonesia dalam beberapa perusahaan multinasional tentu
memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Banyaknya permintaan pasar oleh
konsumen akan barang-barang berbau Korea akan menambah pemasukan pajak dan
devisa negara. Meskipun bukan merupakan MNC sekalipun, banyak online shop baik
di platform besar layaknya shopee.com, bukalapak.com, dan lain-lain,
namun beberapa toko virtual yang menyertakan nama ‘Korean Style’ dibelakangnya
pada username Instagram ataupun facebook, maka akan menarik banyak
peminat dalam memberikan permintaan, sehingga ekspor-impor akan berjalan
lancar. Pada periode Januari-Juni 2018, perdagangan kedua negara tumbuh 10,12%
menjadi US$ 8,84[10]
miliar dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal tersebut
membuktikan adanya kepercayaan dari negara K-Pop tersebut terhadap perekonomian
tanah air. Pada September 2018 lalu, diberitakan bahwa Korea Selatan melakukan
investasi asing melalui 6 perusahaannya melalui pertemuan Indonesia-Korea Business
and Investment Forum di Seoul, Korea Selatan dengan total penanaman modal
mencapai 466 juta dolar Amerika[11]. investasi tersebut
mencerminkan antusiasme besar pengusaha Korea untuk lebih mendorong kolaborasi
bisnis dengan Indonesia. Hal ini tentu akan memberikan banyak keuntungan
terhadap pereonomian Indonesia meskipun tidak terlalu terlihat bagi masyarakt
luas. Sedangkan demam Korea yang tersebar luas di Masyarakat sendiri
berimplikasi nyata pada setiap individu yang melakukan transaksi langsung,
dalam hal ini merupakan aktor non state; individu-individu.
Disadari
ataupun tidak, asimilasi budaya kuat terjadi pada era globalisasi yang akhirnya
berimplikasi dalam kerjasama berbagai bidang terutama ekonomi serta perdagangan
antar kedua negara.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Kerjasama
antara Indonesia dan Korea sudah terjalin sejak lama. Bahkan kedua
negara terus berupaya mengembangkan hubungan dan kerja sama yang saling
menguntungkan dalam bidang ekonomi dan budaya. Namun dari sisi budaya sendiri
tidak dapat dipungkiri terdapat berapa dampak ataupun pengaruh bagi Indonesia.
Beberapa dampak Korean Wave yang sangat nyata adalah ekspansi budaya yang mendorong pergrakan ke arah penataan sistem
sosial dengan nilai-nilai, dan norma-norma yang bersifat global. Namun disisi
lain tidak dapat dipungkiri bahwa hubungan kerjasama bilateral ini sangatlah
mengunntungkan bagi Indonesia dan Korea Selatan, terutama dalam bidang ekonomi.Sebagai
bangsa Indonesia bagaimana kemudian kita menyikapi adanya budaya korea. Dalam
hal ini segala elmen masyarakat perlu bergerak demi peleestarian budaya namun
tidak mengesampingkan transaksi pasar global. Bangsa millenial sendiri
sebenarnya mampu melahirkan ide-ide baru yang lebih menunjang kekeratifitasan
sehingga mampu menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda.
Dalam
hal kerjasama perusahaan dan negara mungkin tidak terlalu terlihat pengaruhnya
dalam jangka pendek dan bagi masyarakat luas. Namun dalam kerjasama antar aktor
non-negara pengaruh yang kuat terasa berimbas dimasyarakat luas, terutama
individu-individu yang saling melakukan transaksi.
DAFTAR
PUSTAKA
Anggriawan, Galang. Jurnal, Analisis Dampak Industri K-Pop Korea
Selatan terhadap Perekonomian Indonesia.
Mochamad,
Yanyan. Quo Vadis: Politik Luar Negeri Indonesia. Elex Media Komputindo.
Jakarta, 2017
Wuryandari,
Ganewati. Politik Luar Negeri Indonesia di Tengah Arus Perubahan Politik
Internasional. Pustaka Pelajar. Yogyakarta, 2016.
Wulandari,
Dwi. Ramai Brand Korea Bertarung di Pasar Kosmetik, Siapa Menang?. MIX
Online Magazine, 5 Agustus 2016.
Pamungkas,
Raka Tantra. “Sosial Budaya: Strategi Efektif dalam Diplomasi Terkini”, dalam
Sekolah Dinas Luar Negeri Angkatan 37 Kementerian Luar Negeri Republik
Indonesia. Refleksi Diplomasi Indonesia pada Abad Ke-21. Jakarta: Kementerian
Luar Negeri Republik Indonesia, 2013.
Warsito,
Tulus dan Kartikasari, Wahyuni. 2007. Diplomasi kebudayaan: konsep dan
relevansi bagi negara berkembang : studi kasus Indonesia.Yogyakarta: Ombak
“Gelar Indonesia-Korea Business Summit, BKPT Incar
Tiga Sektor”, http://industri.bisnis. com/read/20170308/257/635289/gelarindonesia-korea-business-summit-bkptincar-tiga-sektor
“Peran pemerintah Korea terhadap K-Pop”
“Korea
Selatan Menjadi Mitra: Presiden Joko Widodo Mengundang Pengusaha Berinvestasi
di Sektor Pariwisata”, Kompas, 15 Maret 2017.
“Korea
Selatan Investasi 446 Juta Dolar AS di Indonesia”
https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/18/09/11/pew8d8370-korea-selatan-investasi-446-juta-dolar-as-di-indonesia
“Presiden
Ajak Pengusaha Korea Tingkatkan Tingkatkan Investasi Di Indonesia”,
http://www.kemenkeu.go.id/Berita/presiden-ajakpengusaha-korea-tingkatkan-investasi-diindonesia,
diakses 20 Maret 2017.
“Berapa
Nilai Perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan?”
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/09/12/berapa-nilai-perdagangan-indonesia-dengan-korea-selatan,
11 September 2018
[1] Yanyan Mochamad Yani. Quo
Vadis Politik Luar Negeri Indoensia, PT Gramedia : Jakarta, 2017. Hal, 4.
[3]Joint Commission Meeting adalah implementasi dari
kerjasama yang dilakukan presiden Joko Widodo dengan presiden Park Geun Hye
pada 2014 lalu. Kerjasama yang dibahas merupakan kerjasama berbagai bidang;
politik, ekonomi, sosial budaya, hubungan aktor non-state, hingga isu regional
maupun kepentingan dua negara tersebut.
http://
www.kemenkeu.go.id/Berita/presiden-ajakpengusaha-korea-tingkatkan-investasi-diindonesia,
diakses 20 Maret 2017.
[5]Jurnal
oleh Reza Lukmanda Yudhantara, Korean
Wave (Hallyu) sebagai Soft Diplomasi Korea Selatan.
[6] Peran Pemerintah Korea Terhadap
K-pop
https://www.era.id/read/y6UpQV-peran-pemerintah-korea-terhadap-k-pop
[7] Sebutan untuk demam korea yang
marak terjadi pada saat ini bersamaan diseluruh dunia.
[8] “Analisis Dampak Industri
K-Pop Korea Selatan terhadap Perekonomian Indonesia”, jurnal oleh Galang
Anggriawan.
[9]Khasan Ashari. Kamus Hubungan
Internasional, Bandung: Yogyakarta, 2015, hal 194
[10] Berapa Nilai Perdagangan
Indonesia dengan Korea Selatan?
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/09/12/berapa-nilai-perdagangan-indonesia-dengan-korea-selatan
[11] “Korea Selatan Investasi 446 Juta Dolar AS di Indonesia”
Senin, 26 Maret 2018
perih
Perih
Deburan ombak yang menghantam tebing-tebing
Hembus angin yang menerpa tubuhku
Dan aku pun terjatuh
Terbaringku di tepi pantai membuatku
Tak berdaya
Sendiriku menangis dan memendami perasaan ini
Hati ini hancur bagaikan serpihan kaca
Yang tak bisa bersatu lagi
Tak terasa air mata mengalir
Membasahi pipiku
Semakin ku memikirkannya
Semakin pula air mata ini mengalir
Kupejamkan mata ini dan kurasakan
Rasanya sakit hati yang mendalam
Hembus angin yang menerpa tubuhku
Dan aku pun terjatuh
Terbaringku di tepi pantai membuatku
Tak berdaya
Sendiriku menangis dan memendami perasaan ini
Hati ini hancur bagaikan serpihan kaca
Yang tak bisa bersatu lagi
Tak terasa air mata mengalir
Membasahi pipiku
Semakin ku memikirkannya
Semakin pula air mata ini mengalir
Kupejamkan mata ini dan kurasakan
Rasanya sakit hati yang mendalam
Minggu, 25 Maret 2018
puisi, syair pendidikan
Syair Pendidikan
Wahai engkau para pemuda,
Engkaulah pewaris bangsa,
Giatlah belajar sepanjang masa,
Untuk membangun bangsa negara,
Ilmu bukanlah untuk harta semata,
Ilmu tak akan lekang oleh usia,
Sebab ilmu akan membuatmu terjaga,
Dan ilmu akan membuatmu dewasa,
Belajarlah tanpa malas,
Hormatilah semua penghuni kelas,
Masa depan perlu kerja keras,
Kalau perlu energi terkuras,
Hormatilah para guru,
Pandanglah sebagai orang tuamu,
Ilmu senantiasa akan masuk dalam kalbu,
Bersama berkah untuk jiwamu.
essay
Peranku Bagi Indonesia
Tidak ada bangsa yang sejahtera dan dihargai bangsa lainnya
tanpa kemajuan ekonomi. Kemajuan ekonomi akan dapat dicapai jika ada spirit
kewirausahaan yang kuat dari bangsanya. Negara maju pada umumnya memiliki
wirausaha yang lebih banyak dibandingkan negara berkembang. Amerika Serikat
misalnya memiliki wirausaha 11,5% dari total penduduknya. Sektor swasta selaku
pelaku ekonomi di Amerika dapat menyumbang pendapatan nasional negara sebesar
10% pada tahun 1994. Singapura memiliki wirausaha sebanyak 7,2% dari total
penduduknya. Maka wajar jika perkembangan ekonomi di Singapura jauh melesat
melebihi negara-negara lain di ASEAN.
Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang
melimpah. Sumber daya alam berupa hasil tambang, pertanian, perikanan, peternakan
dan tanah yang sangat subur merupakan modal dan kekuatan tersendiri bagi bangsa
Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju. Namun, dengan potensi tersebut,
Indonesia hanya memiliki 0,81% wirausaha. Padahal secara historis dan konsesus,
sebuah negara idealnya memiliki minimal 2% wirausaha agar bisa menjadi negara
maju. Lebih ironi lagi, menurut data statistik BPS tahun 2010 jumlah penduduk
miskin di Indonesia mencapai 31,02 juta atau sekitar 13,33% dari total penduduk
Indonesia. Pada Maret 2009, 63,38% penduduk miskin tersebut berada di pedesaan
yang sebagian besar mata pencahariannya adalah petani dan buruh tani, dan
jumlahnya meningkat menjadi 64,23% pada Maret 2010. Ini menunjukkan bahwa
persentase penduduk miskin di pedesaan tidak banyak berubah selama periode ini.
Fakta selanjutnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia
yang sangat besar, jumlahnya menempati urutan ke empat terbanyak di dunia,
dimana 27% diantaranya adalah pemuda yang merupakan pelaku penting bagi tumbuh
dan berkembangnya budaya inovasi dan kreatif. Pemuda memiliki peran strategis
bagi pertumbuhan dan kemajuan bangsa Indonesia karena mereka memiliki
produktivitas tinggi di masyarakat untuk berkarya, berkreasi dan berinovasi.
Setiap tahun perguruan tinggi di Indonesia meluluskan mahasiswanya, yang
berarti ribuan hasil riset yang dihasilkan oleh pemuda Indonesia. Ini juga
merupakan potensi yang besar bagi bangasa Indonesia untuk menjadi bangsa yang
maju.
Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa
produktivitas suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia
dalam mengelola potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Maka untuk
mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, disamping usaha-usaha pemerintah
yang telah dilakukan, diperlukan pula program-program rekayasa sosial dan
implementasi teknologi dalam kerangka pemberdayaan masyarakat yang berorientasi
pada pengentasan kemiskinan. Program ini dilaksanakan melalui program-program
transfer teknologi untuk usaha kecil menengah serta penguatan institusi
intermediasi dan diinisiasi oleh pemuda. Maka, menurut kajian penulis, menjadi
seorang sosialteknopreneur merupakan sebuah peran strategis untuk berkontribusi
meminimalisir angka kemisikinan di Indonesia. Kegiatan sosialteknopreneur yang
dimaksud penulis adalah gerakan ekonomi kerakyatan guna meningkatkan pendapatan
untuk menggerakan konsumsi domestik sekaligus meningkatkan ekspor non migas
dari sektor agribisnis, khususnya di pedesaan. Hasil riset yang begitu banyak
tentu tidak akan bernilai ekonomi jika tidak diadopsi dalam produk atau proses
produksi. Oleh karena itu kegiatan sosialteknopreneur merupakan kegiatan yang
komprehensip yang berperan dalam mengidentifikasi, menyediakan dana, menyiapkan
teknologi, mendukung ide, dan menumbuhkan semangat masyarakat untuk berwirausaha
dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di masing-masing wilayah. Jika
sosialpreneur bekerja untuk kepentingan orang lain setelah mendapatkan hasil,
maka seorang sosialteknopreneur memproses secara bersama sejak ia memulai
usahanya.
Kegiatan sosialteknopreneur dalam hal ini bukan sekedar
ajang bagi-bagi modal usaha, namun merupakan sistem usaha yang berdaya saing,
berkerakyatan, berkelanjutan, dan terdesentralisasi. Berdaya saing berarti
usaha yang dijalankan tidak sekedar mengandalkan kelimpahan sumber daya alam
dan tenaga kerja, namun berorientasi pada pasar, produktivitas, pemanfaatan
inovasi teknologi, dan kreativitas sumber daya manusia. Berkerakyatan dicirikan
dengan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki rakyat banyak dan menjadikan masyarakat
sebagai pelaku utama pembangunan usaha sehingga hasilnya dapat dinikmati
bersama. Berkelanjutan dicirikan dengan kemampuan masyarakat untuk merespon
perubahan pasar secara cepat dan efisien, berorientasi jangka panjang, dan
pengembangan inovasi teknologi yang ramah lingkungan secara kontinyu. Sedangkan
terdesentralisasi bercirikan pada pendayagunaan keragaman sumber daya lokal,
berkembangnya kreativitas masyarakat, dan kerjasama yang harmonis dengan
pemerintah daerah.
Kegiatan ini membutuhkan proses panjang untuk menampakkan
hasil karena seorang sosialteknopreneur tidak sekedar berwirausaha dan transfer
teknologi namun juga bergerak untuk melakukan perubahan sosial dalam lingkup
yang lebih luas, yakni dalam hal budaya, pendidikan, politik, dan keagamaan.
Disini dibutuhkan gagasan bagaimana seorang sosialteknopreneur mampu
menggerakan masyarakat untuk melakukan perubahan. Maka seorang
sosialteknopreneur idealnya harus memiliki jiwa kepemimpinan, tanggungjawab
untuk terjun langsung di masyarakat, mampu memotivasi, memimpin secara langsung
dengan segala resiko dan mampu melindungi kehidupan rakyat.
Sabtu, 24 Maret 2018
cerpen(SABUN)
SABUN
Sebelum kau
bercerita, kau menyarankan kepadaku untuk berdoa dulu. Katamu, doa itu akan
dapat membantu kejernihan pikiranku tetap terjaga. Katamu juga, kejernihan itu
akan menjauhkan diriku dari pikiran kotor yang biasanya cenderung akan
menggiring ke dunia mesum. Yang menurutmu lebih fatal lagi jika pikiran sedang
kotor akan mudah menghakimi bahwa cerita yang akan kau kisahkan nanti sebagai
sebuah cerita cabul belaka. Katamu juga, yang terpenting bahwa kejernihan
pikiran itu akan mampu menjaga kesucian puasaku di bulan yang penuh rahmat ini.
Selain itu pada saat aku menyimak ceritamu nanti kau mengharapkan aku untuk
berusaha bersikap sabar dan tidak kemrungsung. Tanpa kuprotes, aku
menuruti saja maumu. Setelah sejenak aku mengheningkan cipta, tak lama kemudian
kau mulai bercerita.
Cerita ini kau
awali dengan peristiwa pertemuanmu pertama kali dengan laki-laki dewasa di
rumah itu. Peristiwanya terjadi pada pagi yang dingin. Pagi itu tiba-tiba kau
dikeluarkan dari ruanganmu. Bajumu dibuka paksa olehnya. Dia melucuti seluruh
pakaianmu dengan cara serampangan, terkesan buru-buru dan terlihat tidak sabar.
Begitu seluruh pakaianmu lepas dari tubuhmu, dalam keadaan telanjang dibawanya
kau masuk ke dalam kamar mandi. Pada saat itulah kau mengatakan seketika hawa
dingin kau rasakan lebih dingin dari waktu sebelumnya. Kau menerka salah satu
sebab lebih dingin itu karena dirimu tak berbaju lagi.
Sampai di dalam
kamar mandi, kau didudukkan pada suatu tempat. Tak lama kemudian dia menutup
pintu sebelum akhirnya dia yang gantian melepas satu per satu pakaiannya.
Setelah seluruh pakaiannya tanggal, dia mengambil sebuah sikat gigi dan odol.
Odol dibuka tutupnya lalu dia mengeluarkan sedikit isinya ke atas bulu sikat.
Setelah itu dia mulai menggunakan sikat itu untuk membersihkan giginya. Sebelum
melanjutkan ceritamu, kau menyisipkan penjelasan tentang sikat gigi dan odol
yang pada awalnya tidak kau ketahui nama dan penggunaannya. Kau baru bisa
menyimpulkan nama barang-barang itu setelah beberapa hari dan beberapa kali kau
memperhatikan penggunaannya.
Ceritamu
selanjutnya, sembari menyikat gigi, laki-laki itu kencing, di mana hal itu kau
tahu disebut kencing juga setelah beberapa waktu kemudian. Begitu selesai sikat
gigi, dia mulai menyirami tubuhnya dengan air yang diambil dari bak mandi. Tak
lama kemudian dia memegangmu, lalu membimbingmu agar kau menyentuhi seluruh
tubuhnya. Pada saat itu tubuhmu mengeluarkan busa hingga membaluri sekujur tubuhnya.
Setelah tubuhnya rata oleh busamu, kau didudukkan kembali pada tempat yang
semula. Sejenak kemudian dia kembali memegang ciduk lalu mengambil air
dalam bak, menyiramkan air itu ke tubuhnya, begitu berulang kali. Setelah
menghentikan siramannya, laki-laki itu mengambil handuk yang ada di gantungan
dan melilitkan ke badannya untuk menutupi bagian perut ke bawah. Dia melakukan
kegiatan seperti itu pagi dan sore, yang nantinya kau tahu bahwa kegiatan itu
disebut mandi. Setelah beberapa hari berlalu dan tentunya beberapa kali
laki-laki itu mandi, barulah kau hafal bahwa dia tidak membutuhkan waktu lama
pada saat mandi. Selalu cepat.
Setelah itu kau
menceritakan juga bahwa usai laki-laki itu mandi, masuklah ke ruangan itu
seorang perempuan dewasa dengan membawa handuk. Sesampainya di kamar mandi dia
menutup pintu dan menyampirkan handuk pada tempat gantungan. Tak lama kemudian
dia mulai melepas satu per satu pakaian yang menutupi tubuhnya. Begitu
telanjang, dia melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan laki-laki
dewasa itu, yaitu gosok gigi. Begitu selesai menggosok gigi dia jongkok agak
lama, yang kemudian kamu tahu bahwa dia sedang kencing.
Selesai
kencing, dia mulai mengguyur tubuhnya dengan air. Sejenak kemudian tangannya
meraihmu, dia mulai mengusap-usapkan dirimu ke sekujur tubuhnya. Pada saat itu
kau merasakan bahwa kulit perempuan itu sangat halus dan kau merasakan hal itu
sangat berbeda dengan kulit laki-laki. Perempuan itu melakukan elusan dirimu ke
tubuhnya dengan sangat hati-hati. Dia berusaha menjamahkan dirimu ke seluruh
permukaan tubuhnya. Sangat telaten, santai, dan tidak kemrungsung,
bahkan kau bilang perempuan itu seperti menikmati setiap apa yang dilakukannya
di sana. Karena itu kau dapat menyimpulkan bahwa saat mandi, perempuan membutuhkan
waktu yang lebih lama dibandingkan laki-laki.
Katamu, jika
laki-laki mandi, pada saat dia sedang gosok gigi, pada saat itu juga dia
kencing. Pada saat laki-laki mencuci rambut, pada saat itu dibarengi
dengan mandi sekalian. Sedangkan perempuan akan melakukan semua itu secara
sendiri-sendiri. Gosok gigi sendiri, pipis sendiri, keramas sendiri dan
memandikan badannya secara berurutan. Oya, kau juga mengatakan meski laki-laki
dan perempuan itu berbeda dalam hal cara dan waktu mandinya tapi terkhusus
untuk laki-laki dan perempuan yang kau ceritakan ini punya suatu kebiasaan yang
sama, sebelum melakukan ritual mandi itu, mereka lebih dulu memeriksa bulu-bulu
mereka. Bulu-bulu yang kau maksudkan ini adalah rambut ketiak dan rambut
kemaluan mereka. Sekiranya dirasa telah panjang, mereka akan membersihkannya
dengan alat garuk yang sudah dipersiapkan di kamar mandi itu. Kau juga
mengatakan, rupanya mereka sepakat untuk selalu membersihkan tubuhnya dari
rambut-rambut itu. Karena hal itu kau bisa merasakan bahwa tubuh mereka selalu
mulus dan bersih tanpa rambut ketiak dan rambut kemaluan.
Ceritamu
berlanjut. Setelah perempuan itu selesai mandi, muncul anak laki-laki kecil
yang kira-kira berusia 8 tahun masuk ke kamar mandi. Ketika anak kecil sudah
berada di dekatmu, kau melihat, matanya sembap, dan kau menduga dia habis
menangis. Karena dari sekilas percakapan mereka sebelum anak kecil itu muncul
kau bisa mengerti sebenarnya anak itu malas untuk mandi tapi dipaksa suruh
mandi. Anak kecil itu sudah dalam keadaan telanjang ketika sampai di kamar
mandi. Tentu saja pakaiannya sudah dilepas sebelum menuju ke kamar mandi dan
kau mengira pastilah perempuan dewasa itulah yang membantu untuk melepas
pakaiannya.
Dari serentetan
peristiwa bersama mereka itu kau menjadi tahu, mereka bertiga adalah sebuah
keluarga. Laki-laki dewasa dan perempuan dewasa itu adalah sepasang suami istri
dan anak laki-laki kecil itu adalah putra mereka. Waktu anak kecil itu mandi
tidak menutup pintunya. Dan anehnya begitu tangan anak itu menyentuh air,
tidak lama kemudian dia sudah langsung asyik bermain. Kau mengatakan bahwa
dirimu juga tak ketinggalan diajaknya bermain. Katamu, begitu kau dipegangnya,
kau dipermainkannya dengan memakai kedua telapak tangannya. Kau sempat beberapa
kali jatuh karena anak kecil itu sengaja membuatmu mencotot terlepas
dari genggamannya. Lama anak itu mengajakmu bermain bersama, bahkan kau
mengatakan bahwa kau sempat lepas dari genggamannya dan jatuh di kloset, tapi
anak kecil itu tidak merasa jijik, kau langsung diambilnya begitu saja dari
dalam kloset. Setelah itu kau kembali diajaknya bermain lagi dan anak itu baru
menghentikan kegiatannya saat ibunya berteriak-teriak memperingatkan agar dia
tidak bermain di kamar mandi.
Pada saat anak
kecil itu menyudahi mandinya, kau sempat menghentikan sejenak ceritamu. Kukira
ceritamu sudah berakhir sampai di sini, tapi ketika aku menanyakannya, kau
menjawab bahwa ceritamu belum selesai. Bahkan kau mengatakan kisah ini baru
dimulai. Inti dari cerita ini belum kau kisahkan.
Sebelum cerita berlanjut, kau
menyadari bahwa sebenarnya apa yang kau kisahkan bukan cerita yang baik.
Maksudmu cerita ini adalah cerita yang datar. Kau bilang bahwa cerita ini tidak
menyuguhkan konflik di dalamnya. Kau menamai cerita ini hanya semacam laporan dari
sebuah kejadian. Bahkan menurut pendapatmu sendiri, sejauh yang telah kau
ceritakan semuanya tadi adalah biasa. Apa yang kau kisahkan hanya seperti
sebuah pengamatan yang disajikan tanpa memperhitungkan estetika. Itu pun
ceritanya terlalu monoton dan hal yang kau kisahkan tadi bukan sesuatu yang
baru. Kaupikir, semua orang tentunya sudah mengetahui, misalnya, kalau proses
orang mandi ya seperti itu. Kau menganggap kejadian itu kejadian umum dan
lumrah. Oleh karena itu menurutmu sangat memungkinkan, siapa pun yang
mendengarkan cerita ini pasti akan mudah merasa bosan. Tapi buru-buru kau juga
mengatakan kepadaku bahwa karena hal itulah, di awal bercerita tadi kau merasa
perlu mengatakan kepadaku pentingnya untuk bersabar. Karena menurutmu, cerita
ini tidak menitikberatkan pada kualitas berceritanya. Sebenarnya kau hanya
ingin mengatakan bahwa sesuatu yang sepertinya berlangsung tanpa konflik,
terlihat tenang-tenang saja, dan tampak baik-baik saja, bisa juga ada sesuatu
yang tidak beres di dalamnya. Dan ketidakberesan itu ternyata dapat terungkap
dengan hal yang paling sepele. Oleh karena itulah, kembali kau meyakinkanku
untuk tetap bersabar mengikuti cerita ini sampai tuntas nanti. Aku langsung
mengiyakan, bukan karena iba atau terpaksa tetapi karena memang aku ingin
mendengarkan. Aku ingin tahu apa sesungguhnya inti dari ceritamu ini.
Lantas aku
memintamu untuk segera melanjutkan ceritamu dan kau menurutinya. Kau
mengatakan, pada suatu hari kau mendengar laki-laki itu izin kepada istrinya
untuk pergi ke luar kota selama tiga hari karena tugas kerja. Tentu saja
setelah suaminya itu pergi kau hanya melayani ibu dan anaknya saja. Tapi pada
sore hari di hari kedua kepergian suaminya, rumah itu kedatangan tamu. Kau tahu
hal itu pada saat ada seorang laki-laki lain masuk ke kamar mandi untuk
kencing. Pada saat itu kau menerka laki-laki itu adalah tamu yang kebetulan
kebelet kencing lalu meminta izin untuk kencing di kamar mandi. Setelah kencing
selesai laki-laki itu bermaksud keluar. Tapi tepat pada saat laki-laki itu akan
membuka pintu kamar mandi, lebih dulu pintu itu diketuk dari luar. Laki-laki
itu membuka pintu. Lalu perempuan itu masuk ke kamar mandi dan pintu kembali
ditutup.
“Si kecil sudah tidur,” katamu
menirukan perkataan perempuan itu.
Jadilah mereka berdua di ruangan
sempit itu. Kemudian kau menceritakan, dengan cepat bibir mereka telah beradu.
Tubuh mereka merekat. Lalu mereka saling melepas pakaian mereka hingga
telanjang. Setelah itu banyak hal yang mereka lakukan berdua sebelum mereka
mengakhirinya dengan mandi bersama. Pada saat mereka menyudahinya dan pada saat
pintu kamar mandi mereka buka, ada suara dering ponsel. Perempuan itu bergegas
lebih dulu keluar dari kamar mandi. Dia berlari kecil untuk mencari ponselnya.
Begitu ponsel ketemu, dia menerima panggilan itu. Usai menerima telepon,
perempuan itu mendekati laki-laki itu di mana dia masih berada di kamar mandi
sedang mengenakan pakaiannya.
“Ternyata dia pulang sekarang. Sudah perjalanan ke
rumah,” katamu menirukan perkataan perempuan itu.
Laki-laki itu buru-buru
menyelesaikan mengenakan pakaiannya. Sebelum lelaki itu berlalu dari
hadapannya, dia masih sempat mengecup bibir perempuan itu. Sampai pada cerita
itu kau sempat terdiam agak lama. Aku juga diam saja. Tidak menanyakan apa pun.
Tapi sejujurnya aku masih penasaran bagaimana cerita selanjutnya.
Satu jam kemudian, suami
perempuan itu telah sampai di rumah. Untuk sejenak kau mendengar perbincangan
mereka. Katamu, suaminya menyatakan kerinduannya yang sangat pada istrinya dan
si kecil.
“Mandilah dulu, biar bersih dan
segar. Aku menunggu di kamar,” katamu menirukan perkataan perempuan itu.
Beberapa menit kemudian suaminya
telah berjalan menuju ke kamar mandi. Dia sudah dalam keadaan telanjang. Tentu
saja pakaiannya sudah dilepas sebelum menuju ke kamar mandi dan kau menduga,
yang membantu melepas pakaiannya adalah istrinya. Pertama-tama dia mencukur
rambut ketiak dan rambut kemaluannya. Setelah itu dia menggosok gigi sembari
pipis, lalu keramas. Pada saat dia ingin membilas rambutnya biasanya sekalian
mengguyur tubuhnya. Lalu tangannya meraihmu.
Setelah kau mengatakan, pada
saat tangannya meraihmu itu, kau menghentikan ceritamu. Kali ini aku
menanyakannya, apakah ceritamu telah berakhir. Kau mengatakan bahwa cerita ini
belum berakhir, tapi hampir berakhir. Katamu hanya tinggal membutuhkan beberapa
kalimat untuk menyelesaikannya.
“Di awal sudah kukatakan, pada
saat laki-laki itu mandi tidak membutuhkan waktu yang lama, tetapi kali itu dia
sangat lama berada di kamar mandi. Kau tahu apa sebabnya? Pada saat tangannya
meraihku, pada saat itulah dia melihat sehelai rambut yang menempel di badanku.
Sebuah rambut yang kira-kira panjangnya 5 senti dan rambut itu bukan rambut
kepala. Ciri khas rambut itu sudah jelas sekali. Dia tercenung lama sekali
memperhatikan rambut itu. Itulah sebabnya dia begitu lama berada di dalam kamar
mandi, bahkan dia seperti tak mendengar ketika istrinya telah beberapa kali
memanggilnya dengan suara yang erotis,” terangmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
RELEVANSI SILKROAD MARITIM
Slik Road Maritim sudah ada pada abad pertama masehi, yang mana menghubungkan China dengan negara-negara di Timur Tengah. Semasa kepemimpi...
-
Perih Deburan ombak yang menghantam tebing-tebing Hembus angin yang menerpa tubuhku Dan aku pun terjatuh Terbaringku di tepi pantai me...
-
essay Peranku Bagi Indonesia Tidak ada bangsa yang sejahtera dan dihargai bangsa lainnya tanpa kemajuan ekonomi. Kemajuan ekonomi ak...
-
SABUN Sebelum kau bercerita, kau menyarankan kepadaku untuk berdoa dulu. Katamu, doa itu akan dapat membantu kejernihan pikiranku teta...